Category Kesehatan

Metode Pengobatan Tinea Cruris, Atasi Gejala Sebelum Makin Parah

Tinea cruris merupakan infeksi jamur pada kulit, terutama terjadi di bagian pangkal paha, area genital, paha bagian dalam atas atau pantat, kemudian menimbulkan ruam berbentuk cincin di area yang terinfeksi. Penyakit ini lebih sering terjadi di tempat panas, kondisi lembap. Infeksi ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita karena pria mempunyai lipatan kulit yang lebih banyak di bagian selangkangan yang bisa terinfeksi.

Seseorang yang mengenakan pakaian ketat, banyak berkeringat, atau memiliki gangguan imunitas tubuh, berisiko lebih tinggi mengidap tinea cruris. Mengingat tingginya risiko, pengobatan tinea cruris harus segera dilakukan.

Gejala Tinea Cruris

Tinea cruris bukanlah kondisi yang serius, namun jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan akan semakin menimbulkan ketidaknyamanan. Infeksi yang disebabkan oleh jamur dermatofit ini dapat menular melalui kontak kulit dengan seseorang yang terinfeksi. Contohnya adalah dengan cara berbagi handuk, pakaian dalam, baju, atau celana, dengan orang yang terinfeksi.

Mengingat penyebarannya yang cukup rentan, Anda perlu mengetahui bagaimana gejalanya bisa timbul. Perhatikan kondisi tubuh Anda setiap kali selesai mandi untuk mengetahui apakah baik-baik saja atau tidak. Perhatikan kondisi kesehatan kulit agar tindakan penanganan infeksi dapat dilakukan segera setelah memang timbul gejalanya. Lalu, apa sajakah gejala tinea cruris?

Gejalanya cukup beragam yaitu ditandai munculnya ruam kemerahan dengan tepi lesi yang lebih tinggi atau lebih aktif membentuk cincin. Kulit juga menjadi bersisik dan awalnya muncul di bagian lipatan, kemudian menyebar ke area paha atas, pantat, dan kemaluan. Gatal dan rasa perih seakan terbakar juga dirasakan penderita. Kondisi ini dapat meluas ke area lain, untuk itu perlu segera melakukan pengobatan tinea cruris.

Metode Pengobatan Tinea Cruris

Langkah awal pengobatan secara medis adalah dengan melakukan pemeriksaan diagnosis agar dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat. Diagnosis dimulai dengan wawancara guna mengetahui gejala serta riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan fisik. Dokter mengambil sampel kulit dengan skapel untuk mengerok jaringan kulit yaitu bagian yang lebih timbul dan aktif. Jaringan kulit tersebut akan diperiksa di bawah mikroskop menggunakan larutan KOH 10% untuk mengidentifikasi elemen jamur yang berupa hifa panjang bersekat.

Setelah dokter mengetahui hasil pemeriksaan diagnosis dan memang positif mengalami tinea cruris, dokter kemudian memberikan obat tertentu. Dilansir dari doktersehat.com, terdapat pemberian obat tablet antihistamin untuk meredakan rasa gatal pada area yang terinfeksi jamur. Pemakaian obat krim tropikal juga dianjurkan untuk membunuh jamur yang menginfeksi agar mati dan tak berkembang lagi. Obat antibiotik juga diperlukan untuk mengatasi infeksi yang lebih parah akibat aktivitas bakteri.

Pengobatan tinea cruris lanjutan juga akan diberikan dengan meresepkan obat antijamur ketika obat antihistamin tidak berpengaruh. Pengobatan ini dilakukan agar pasien segera sembuh sebelum kondisinya menjadi lebih parah. Dengan cara ini, infeksi jamur bisa ditangani.

Terlepas hanya mengandalkan obat medis, Anda harus menghindari berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan infeksi jamur yaitu menjaga kebersihan diri, terutama area genital. Jangan menggunakan pakaian ketat dan mencuci baju dengan bersih juga menjemurnya di tempat yang terkena sinar matahari.

Terlepas dari apapun cara penularannya, Anda harus segera melakukan pengobatan tinea cruris agar kondisi kesehatan kulit dapat kembali normal. Pengobatan yang dilakukan juga harus rutin dan sesuai dengan metode. Hindari pula faktor risiko yang menyebabkan seseorang bisa mengalami infeksi semacam ini.

 

Sumber artikel:

doktersehat.com

hellosehat.com

 

Sumber gambar:

medium.com

www.suara.com

www.honestdocs.id

 

Read More