Fakta Menarik Makanan Khas Betawi Nasi Uduk yang Melegenda

4. Fakta Menarik Makanan Khas Betawi Nasi Uduk yang Melegenda

Sarapan dengan makanan khas Betawi bukan hal baru lagi bagi masyarakat di Jakarta. Ya, apalagi makanan tradisional dari Betawi terkenal dengan lauknya yang sangat lezat. Menikmati menu kuliner yang menggugah selera akan menambah kebahagiaan Anda bukan? Salah satunya yaitu nasi uduk yang seringkali disantap pada pagi, siang dan malam hari.

Sesuai dengan namanya menu ini identik dengan sajian nasi. Tapi, sebenarnya seperti apa nasi uduk? Kuliner ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional nusantara yang melegenda. Bagi masyarakat Betawi, menu nasi uduk adalah makanan sehari-hari. Bahkan menunya menjadi menu andalan di berbagai acara bertajuk kuliner dewasa ini.

Nasi uduk umumnya dimasak dengan menggunakan beras. Bahan makanan ini kemudian dimasak dengan menggunakan resep lainnya. Beberapa diantaranya santan, garam dan rempah-rempah. Perpaduan tersebut menjadikan nasi uduk menjadi lebih gurih. Menariknya dibalik citarasanya yang tinggi nasi uduk menyimpan fakta menarik. Seperti fakta-fakta nasi uduk sebagai makanan khas Betawi berikut ini.

Fakta Sejarah Unik Nasi Uduk

Setiap menu makanan yang berasal dari suatu daerah pasti identik dengan sejarahnya. Entah sajarah asal mulanya maupun perkembangannya. Tidak terkecuali pada menu masakan masyarakat Betawi yaitu nasi uduk. Biasanya menu ini disajikan sebagai hidangan untuk sarapan di pagi hari. Meski kini Anda juga menyantapnya pada siang maupun malam hari.

Menu makanan khas Betawi nasi tersebut konon sudah ada sejak lama, lebih tepatnya pada abad 14 silam. Konon, nasi uduk awalnya merupakan menu dari tanah melayu. Menu masakan ini dibawa oleh para pedagang yang berasal dari Pulau Sumatra. Kemudian para pedagang ini hijrah dari Tanah Melayu menuju Pulau Jawa.

Di sisi lainnya penamaan nasi uduk bukan tanpa arti. Dalam beberapa sumber kata uduk memiliki makna tersendiri. Uduk dalam bahasa Sunda berarti bersatu atau bercampur. Tidak hanya itu, ada pula yang menyebut uduk dengan arti susah. Hal ini karena pada zaman dulu nasi uduk sangat sulit didapat.

Makanan khas Betawi ini hanya dahulu hanya dijual oleh beberapa pedagang saja. Orang-orang yang menjualnya juga hanya dapat ditemukan di pasar tradisional. Nasi uduk pada saat itu diperjualbelikan untuk kalangan masyarakat biasa. Menariknya, nasi uduk pertama kali dijual di Kebon Pisang, Tanah Abang, Jakarta.

Fakta Perkembangan Nasi Uduk Betawi

Bagaimana dengan perkembangan nasi uduk hingga menjadi menu andalan masyarakat Betawi saat ini? Faktanya perkembangan masakan ini dimulai dari kawasan Kebon Pisang, Jakarta. Bila dilihat dari asal muasalnya memang kawasan tersebut menjadi tempat pertama yang mempopulerkan nasi uduk. Bahkan hingga sekarang kawasan ini terkenal dengan nasi uduknya.

Makanan khas Betawi yang berasal dari kawasan Kebun Kacang dikenal dengan racikannya yang melegenda. Nama kebon pisang bahkan kerap digunakan oleh beberapa penjual nasi uduk sebagai embel-embel. Tujuannya adalah untuk menarik para pembeli yang penasaran dengan citarasa nasi uduk khas Kebon Pisang.

Dari perkembangannya, nasi uduk dahulu hanya dibungkus dengan daun pisang. Menariknya, bentuk daun pisang sengaja dibuat kerucut. Pada bagian atasnya ditaburi dengan bawang goreng. Kini, nasi uduk disajikan dengan beragam lauk pauk misalnya empal udang goreng, telur dadar, dan jeroan goreng. Ada pula yang menambahkan lalapan dan sayur asem.

Kesimpulannya nasi uduk dari dulu hingga sekarang tetap menjadi menu andalan banyak orang. Terutama bagi masyarakat Betawi. Nasi uduk sangat enak disantap bersama kawan maupun keluarga di pagi hari. Menu ini akan menambah semangat Anda sebelum memulai aktivitas. Jangan khawatir makanan khas Betawi tersebut bisa Anda temukan di berbagai restoran.

Keyword: makanan khas Betawi

Deskripsi: Nasi uduk menjadi makanan khas Betawi yang mempunyai sejarah sejak abad 14 dan perkembangannya sangat pesat sehingga bisa ditemukan di berbagai rumah makan.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>